![]() |
| Ilustrasi |
Harapan Mama
Di dalam pesawat
Pesawat Garuda Bussines class berisi tak lebih dari 10 orang penumpang. Rata-rata mereka adalah kalangan borjuis yang tak memperdulikan urusan masing-masing orang. Meskipun ada artis sekaliber Jerry Yan, tak ada insiden minta foto atau tanda tangan. Mereka sibuk dengan urusan masing-masing.
Jerry masih teringat dengan perkataan mamanya. Bayangan percakapan dengan sang mama menyelimuti benaknya selama perjalanan 5 jam di udara.
"Bahagiakan dirimu nak, mama sudah cukup kau bahagiakan."
Jerry mencoba menerka maksud mama. Akhir 2 ini wanita berumur 70 tahun tersebut kesehatannya kian menurun. Ia lebih sering berpindah menggunakan kursi roda dengan seorang asisten khusus yang disiapkan oleh Jerry.
Mama tinggal sendiri di Taoyuan City. Pernah Jerry menawari untuk pindah ke Taipei tinggal bersamanya di Apartement. Mama menolak. Sehingga sesibuk apapun Jerry akan meluangkan waktu setidaknya seminggu sekali pulang ke Taoyuan menjenguk sang Mama.
"kau boleh pergi." Intruksinya kepada wanita penjaga mama.
Meskipun lelah seharian syuting, Jerry ingin lebih dekat dengan Mama yang sudah berusia tua. Ia sebenarnya tak ingin kehilangan banyak waktu dengan Mama.
"Ma jangan banyak berpikirlah, selama aku bisa melihat mama sehat, aku sangat bahagia."
Jerry tahu arah pembicaraan malam itu. Mama mengkhawatirkan Jerry, di usianya ke 40 th masih belum ada rencana pernikahan
"Ma, mana giokmu?" Jerry panik saat mendapati tangan Mama hampa tanpa giok yang ia belikan dengan harga fantastis.
"Xu." Panggil Mama seraya meraih tangan Jerry.
"Sebentar Ma, aku akan mencarinya di kamar mandi. Kau pasti lupa menaruhnya." Sergah Jerry sembari melepas tangan Mama.
"Tidak, Xu."
"Ma, giok itu penting. Ia akan membuatmu panjang umur. Aku mau mama sehat terus, aku mama bahagia."
"Lalu, kapan kau akan membahagiakan dirimu?"
Jerry tercenung. Ia terdiam memunggungi mama
"Lihatlah dirimu, kau sangat sibuk dengan pekerjaanmu, sampai kau lupa menjalin kasih."
Pelan ia membalikkan badan menghampiri mama lagi. Dengan penuh kasih Jerry menggenggam erat jemari Mama seraya berkata lirih, "Xu Janji akan mengenalkannya pada Mama jika sudah waktunya tiba."
Mama tersenyum dan mencium kening Jerry. Sejurus kemudian tangannya meraih laci yang langsung disusul Jerry untuk membantunya membuka. Disanalah giok mama berada. Jerry mengambilnya dan memakaikan di lengan mama.
"Mama tidurlah, besok Jerry mau ke Indonesia. Mama mau oleh-oleh apa?"
"Dapetin calon menantu buat Mama.
"Maa....."
Jerry mencoba rileks sembari mencerna obrolan dengan mama semalam. Ia menyandarkan kepala kebelakang disertai dengusan.
"Apa kau perlu minun?" tanya Manajer Wang yang sejak tadi memperhatikan Jerry.
Nanti saja Wang, aku ingin istirahat sejenak.
"tidurlah, masih ada waktu 3 jam."
Tai Wang, manajer kepercayaan Jerry Yan menatap penuh simpati kepada Jerry yang terlihat dipenuhi beban pikiran. Ia tahu artis kesayangannya itu sangat mencintai mama. Sampai ia gagal menikah dengan mantan pacar sebelumnya, ia tahu semua karena kebahagiaan sang mama, "Mamamu akan baik-baik saja di rumah."
"Terimakasih."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar