Senin, 27 Februari 2017

My Best Fans (Episode 1 Scene 1)

Ilustrasi

Keributan Pagi


Episode 1 Scene 1

Berkali-kali bunyi telepon berdering dari kamar Luna. Pemilik dering telepon masih tertelungkup dalam kain tebal bed cover bercorak bintang meteor, shapes favorite Luna sejak ia mengidolakan Zai-zai, salah satu aktor taiwan dalam film Meteor Garden yang booming saat Luna SMP.

Banyak sekali koleksi hasil buruan merchandise Luna. Mulai dari poster, kaos hingga yang tidak bisa ia tinggalkan adalah mengoleksi semua benda berbentuk bintang.

Wanita 29 tahun yang baru saja tidur pukul 03.00 dini hari tersebut, masih berat untuk membuka matanya. Ia baru menyelesaikan naskah fiksi online yang sudah banyak ditunggu penggemarnya di dunia maya.

Tangannya meraba-raba bawah bantal tempat ia meletakkan ponsel saat ia mau tidur. Belum sempat ia menerima, dering telepon sudah berhenti disusul suara derap langkah sambil berteriak memanggil, Luna.

Luna semakin menutup telingannya, memindahkan kepala dibawah bantal, berharap ia tak terusik dengan suara gaduh diluar kamar. Ia berusaha meraih mimpinya kembali. Meskipun ia tahu hal tersebut sia-sia karena Rita, sahabatnya, sudah berdiri tepat di depan pintu sebelum kemudian bunyi engsel pintu yang didorong dengan keras.

"Dasar pemalas, terang saja kamu mengidolakan Huaze Lei, kalian sama-sama tukang tidur." Ya Huaze Lei adalah tokoh yang diperankan oleh Zai-Zai, aktor yang sempat diidolakan Luna dalam Drama Asia Meteor Garden.

Rita geram, ia terus mengomeli Luna yang tak segera bangun. Namun Luna yang sudah bersahabat 14 tahun seperti sudah terbiasa dengan segala ocehan Rita. Sama sekali tak menggubris. Luna memalingkan tubuhnya seraya menarik selimut hingga menutupi kepala.

"Ya ampun Luna, ayo bangun dong, kita udah terlambat nih!"

Rita berusaha menarik selimut Luna, namun yang terjadi selimut tersebut terjepit tubuh Luna, yang ada malah membuatnya tersungkur dari kasur.

Duk.

"Aw..."

Rita ternganga, ia baru saja melakukan kesalahan di luar kendalinya. "Duibuqi Lun, duibuqi."

Luna masih mengerang kesakitan, sambil mengusap lengannya.

"Gue masih orang Indonesia, belum jadi orang Taiwan tau."

"Iya sorry, tapi loe papa kan?"

"Untung lengan gue yang jatuh duluan, kalau kepala gue bisa amnesia kayak Daomingsi idola Loe itu."

Luna bangkit meraih jam di nakas yang ternyata masih menunjukkan pukul 5 pagi.

"Lo tega banget ya, Lo tau kan gue biasa tidur jam berapa? Gue baru tidur 2 jam! Dan Elu membuat kehebohan kayak gini."

Luna berusaha naik ke tempat tidur namun sengaja dihadang oleh Rita.

"Eits... Lu gak boleh tidur lagi. Sebaiknya kamu cepat mandi, biar gak ngantuk melulu!" Sembari mendorong tubuh Luna ke arah kamar mandi dan menutup pintu tanpa peduli protes yang keluar dari mulut salah satu sahabatnya tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar