![]() |
| Illustrasi |
Di kamar Luna
Luna sudah lebih segar, tapi ia keluar kamar mandi dengan tatapan aneh kepada Rita yang tak lepas dari cermin. Sesekali Rita mengusap rambut, sesekali ia menepuk-nepuk pipinya dengan hasrat merapikan make up.
Bisa dibilang Luna tadi masih setengah sadar tidak memperhatikan sosok sahabatnya yang berpenampilan aneh hari ini. Ia lebih cocok dikatakan menghadiri kondangan daripada jumpa fans dengan salah satu anggota F4 yang akan datang ke Jakarta.
"Kenapa natap gue begitu? Gue Cantik kan?"
Luna tersenyum sembari mengacungkan jempolnya kemudian diputar ke bawah. Persis seperti sikap Huaze Lei di Drama Meteor Garden.
"Yanhong(眼红=iri), Loe!"
"Loe seperti mau kondangan tau gak.'
"New Collection tauk! Susah payah gue nabung buat beli ini baju. Nih masih belom gue lepas hand tagnya."
Luna melihat hand tag price yang masih menggantung di leher belakang baju Rita.
"Ha! Satu juta lima ratus?"
"Ya gitu deh, setengah gaji gue sebulan."
"Loe nggak sayang apa Rit, mending duit buat ibu loe berobat." Sembari melepaskan pilitan handuk pada rambutnya dan mengusap-usap untuk mengeringkan, Luna sekadar mencoba mengingatkan Rita bahwa kesehatan ibunya lebih penting.
"Tenang, ntar bisa gue jual lagi bajunya. Makanya hand tag ga gue lepas biar masih dapat harga tinggi pas dijual lagi."
"Huang Tang (荒唐=konyol)!"
"Apa loe bilang? Hmm... Katanya, loe masih orang Indonesia kok bolak balik ngikutin gue ngomong mandarin."
"Ya.. Yaa.." Luna mencari alasan yang tepat.
"Jangan-jangan loe ngikutin keinginan gue biar bisa jadi istri orang Taipan?"
"Mustahil."
Hmmm....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar